Senin , 19 Februari 2018
Home / Profil Inspiratif / Hebat! Pelajar Yogyakarta Ini Juara Dunia Google Code-in
Pelajar Yogyakarta Ini Juara Dunia Google Code-in
Pelajar Yogyakarta Ini Juara Dunia Google Code-in

Hebat! Pelajar Yogyakarta Ini Juara Dunia Google Code-in

Edupost.id – Luar biasa, tampaknya ungkapan ini pantas diberikan kepada pelajar kelas 12 IPA SMA IT Abu Bakar Yogyakarta, Maharaj Fawwaz A Yusran. Pelajar yang akrab disapa Fawwaz ini menjadi salah satu pemenang pada kompetisi Google Code-in (GCI) 2017 belum lama ini.

Fawwaz bahkan mengungguli ribuan pelajar lainnya yang berasal dari negara-negara maju seperti Romania, India, Rusia, Hongkong, Singapura, Uruguay, Polandia, bahkan Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman. Total peserta GCI 2017 adalah 3.551 pelajar dan menyelesaikan 16.468 tugas.

Kepala SMA IT Abu Bakar Yogyakarta, Syamsul Arifin mengaku sangat bangga salah satu siswanya bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Ia juga berharap, prestasi yang diraih Fawwaz bisa menginspirasi siswa lain di sekolahnya untuk mengukir prestasi.

“Saya sangat bersyukur, semoga bisa jadi wasilah untuk siswa-siswi lain untuk berporestasi di banyak bidang lain,” ungkapnya kepada Edupost.id di ruang kerjanya, Senin (12/2).

Dijelaskan, Google Code-in (GCI) adalah kompetisi pemograman online dari Google untuk pelajar umur 13-17 tahun (pre-university) di seluruh dunia. Dari 50 remaja terpilih sebagai pemenang pada GCI 2017, Fawwaz menjadi salah satu yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di tengah ketatnya persaingan global.

Menurut Syamsul, ketertarikan Fawwaz di bidang pemrograman komputer sudah muncul saat masih duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Colchester Academy Inggris. Saat itu, pelajar kelahiran Purwokerto, 25 Juni 2001 itu mulai membuat game online sederhana yang nantinya di unggah di sebuah situs komunitas pembuat game.

Prosedur pembuatannya hanya menggunakan metode drag & drop pada blok-blok yang berisi perintah, dan nantinya diurutkan sesuai yang diinginkan. Saat dirasa cukup bisa membuat game sederhana sendiri, ia diperkenalkan oleh Ayahnya, Muhamad Yusro, dengan bahasa pemrograman Java.

Ia mulai membuat program game sederhana dengan Java yang berjalan pada komputer desktop. Di samping belajar Java, ia juga tertarik dengan game engine bernama Unity3D dan mulai membuat game untuk handphone dan komputer desktop menggunakan game engine tersebut.

Ketertarikan pada bidang pemrograman komputer tetap berlanjut setelah pulang ke Indonesia. Di tengah kesibukan belajar di SMA Abu Bakar Yogyakarta, putra pasangan Muhamad Yusro dan Maharani ini belajar cara merancang aplikasi-aplikasi Android sederhana. Dibantu ayahnya, ia juga mengembangkan aplikasi Android sendiri dan mengunggahnya di Google Play Store.

Keberhasilannya pada ajang CGI 2017 menambah deretan prestasi mentereng yang diraih Fawwaz. Saat SMP di Inggris, ia pernah mempersembahkan Medali Emas dalam North Essex Mathematics Olympiad (Olimpiade Matematika) tahun 2014 untuk sekolahnya, Colchester Academy. Ia menjadi satu-satunya pelajar Indonesia yang bisa memperoleh medali emas Olimpiade Matematika untuk sekolah di Inggris.

Fawwaz pernah juga menjadi School Leader (OSIS) tahun 2014-2015 di Colchester Academy. Selanjutnya pada tahun 2016 menjadi finalis kontes Besut Kode untuk pelajar se-Indonesia.

Pelajar yang bercita-cita kuliah di Jerman ini mengaku, tantangan berat yang dihadapi dalam ajang ini adalah di saat ia harus membagi waktu antara mengikuti CGI dan mengerjakan Ujian Akhir Semester (UAS) 1 di SMAIT Abu Bakar Yogyakarta.

Pekan-pekan awal Google Code-in ternyata bertepatan dengan jadwa UAS di sekolahnya, yaitu di awal bulan Desember 2017. Pada saat itu, teman-temannya sibuk belajar untuk menghadapi UAS, Fawwaz justru harus berjuang menghadapi tugas-tugas GCI bersaing dengan ribuan pelajar dari seluruh dunia.

Namun, tantangan itu tak menyurutkan langkahnya menggapai prestasi bergengsi. Perjuangannyang menguras keringat pada akhirnya berbuah manis.

Bersama pemenang lainnya, Fawwaz dan ayahnya, Muhamad Yusro mendapat kesempatan untuk mengunjungi Google Headquaters di California, Mountain View selama 4 hari pada bulan Juni 2018. Selain itu, pemenang juga akan mendapatkan sertifikat digital dari Google, kaus GCI, dan sweater hoody eksklusif. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *