Minggu , 26 Maret 2017
Home / Profil Inspiratif / Helen Keller, Tanpa Mata dan Telinga Mampu Menggugah Dunia

Helen Keller, Tanpa Mata dan Telinga Mampu Menggugah Dunia

Edupost.ID – Dapatkah Anda membayangkan jika Anda hidup dengan tanpa memiliki pendengaran dan penglihatan? Dapat dipastikan Anda akan hidup di dunia yang gelap, sunyi dan hampa. Namun, percayakah Anda jika ada seseorang yang mampu hidup di dunia yang gelap, sunyi dan hampa?

Helen Keller telah mengalami kehidupan yang amat menyedihkan. Di usianya yang ke-sembilan ia harus kehilangan penglihatan, dan pendengaran. Karena ketidakmampuannya dalam mendengar dan melihat itulah akhirnya ia juga tak mampu untuk berbicara. Kenyataan yang amat pahit bagi Helen yang membuat ia sempat berputus asa. Namun, siapa sangka jika pada akhirnya, dunia mengenal Helen sebagai sosok inspiratif.

Helen Adams Keller adalah seorang buta, tuli, dan bisu yang telah melahirkan banyak buku. Ia juga tercatat sebagai aktivis politik dan dosen Amerika. Ia menjadi pemenang dari Honorary University Degrees Women’s Hall of Fame, The Presidential Medal of Freedom, The Lions Humanitarian Award, bahkan kisah hidupnya meraih 2 Piala Oscar. Ia menulis artikel serta buku-buku terkenal, diantaranyaThe World I Live In dan The Story of My Life (diketik dengan huruf biasa dan Braille), yang menjadi literatur klasik di Amerika dan diterjemahkan ke dalam 50 bahasa. Ia berkeliling ke 39 negara untuk berbicara dengan para presiden, mengumpulkan dana untuk orang-orang buta dan tuli. Ia mendirikanAmerican Foundation for the Blind dan American Foundation for the Overseas Blind.

Perempuan kelahiran Tuscumba, Amerika Serikat  pada 27 Juni 1880 ini pada awalnya tidak bisa menerima keadaan dirinya yang bisu, tuli, dan buta. Ayahnya, Kapten Arthur Henley Keller, dan ibunya, Kate Adams Keller tak pernah menyangka jika putrinya yang terlahir normal itu akan tumbuh menjadi perempuan yang amat memprihatinkan.

Pada usia 7 tahun, orang tuanya mempercayai Anne Sullivan menjadi guru pribadi dan pembimbing Hellen. Helen diajar membaca lewat huruf Braille sampai mengerti apa maksudnya.

Ia belajar bahasa Perancis, Jerman, Yunani dan Latin lewat Braille. Pada usia 20 tahun, ia kuliah diRadcliffe College, cabang Universitas Harvard khusus wanita. Annie menemani Hellen untuk membacakan buku pelajaran, huruf demi huruf lewat tangan Helen dalam huruf Braille. Hanya 4 tahun, Helen lulus dengan predikat magna cum laude. Dia adalah orang tuna rungu dan tuna netra pertama yang lulus dari universitas.

Pada tahun 1923, Helen menjadi juru bicara bagi American Foundation for the Blind dan mengurus penggalangan dana, serta pengembangan sistem pendidikan yang lebih baik bagi penderita keterbatasan fisik. Ketika Anne Sullivan meninggal pada tahun 1936, Helen tetap meneruskan pekerjaannya dengan didampingi Polly Thomson, seorang sekretaris dan teman Helen.

Pada tahun 1955 ia mengunjungi banyak negeri di Eropa dan Asia, termasuk Indonesia. Pada 1 Juni 1968, Helen Keller meninggal dunia pada usia 87 tahun. Kematiannya tetap meninggalkan kenangan penuh inspirasi. Bahkan, berbagai Negara sangat terinspirasi dengan sepak terjangnya hingga akhirnya banyak terlahir undang – undang perlindungan  terhadap orang cacat di berbagai Negara. (Andi)

Check Also

fahimudin kholida man 3 bantul

Dua Siswa MAN 3 Bantul Raih Emas World Mathematics Invitational 2017

Edupost.ID – Dua siswa MAN 3 Bantul kembali berprestasi di kancah nasional setelah berhasil meraih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *