Jumat , 31 Maret 2017
Home / Profil Inspiratif / Iskandar, Sang Penulis Undangan Jumeneng Dalem PA X
Iskandar, Guru Seni Lukis SMAN 1 Yogyakarta, penulis undangan Jumeneng Dalem Paku Alam X

Iskandar, Sang Penulis Undangan Jumeneng Dalem PA X

Edupost.ID, Yogyakarta – Penobatan Adipati Pakualaman yang baru, atau Jumeneng Dalem KBPH Prabu Suryodilogo sebagai KGPAA Paku Alam X telah resmi digelar, Kamis (7/1). Tidak hanya bagi keluarga Paku Alam, acara Jumeneng Dalem juga menjadi kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat Yogyakarta, khususnya bagi orang yang mendapat tugas khusus dari Puro Pakualaman. Salah satunya yang dirasakan Iskandar, Guru Seni Lukis SMAN 1 Yogyakarta.

Iskandar adalah penulis undangan Jumeneng Dalem Paku Alam X menggunakan tangan. Ia menuturkan, satu bulan yang lalu ia diminta oleh Ketua II Jumeneng Dalem PA X KRMT A Tirtonegoro untuk menulis undangan Jumenengan dengan tulisan tangan. Karena masih ada waktu satu bulan, Isklandar pun menyanggupi tugas berat tersebut.

Pria yang tinggal di RT 42, RW 9, Pujowinatan, Kota Yogyakarta ini akhirnya mampu menyelesaikan tugas menulis undangan peristiwa bersejarah itu sebanyak 1.200 lembar. Tugasnya hanyalah menuliskan nama calon yang akan diundang dengan tulisan tangan. Sedangkan desain undangan sudah dibuat oleh panitia.

Pria Asli Kabupaten Gunungkidul ini menuturkan, pihak panitia Jumenengan meminta ia menulis dengan font kaligrafi dengan tinta berwarna biru.  Awalnya, Iskandar menyerahkan lima bentuk tulisan, mulai dari kaligrafi, huruf besar semua dan lurus semua serta italic (miring), namun pihak Puro Pakualaman memilih jenis kaligrafi.

Ia menuliskan satu persatu nama yang tertulis dalam undangan menggunakan pena kaligrafi. Ia menuliskan nama pejabat tinggi negara, mulai Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, hingga para menteri dan duta besar negara sahabat. Selain itu, nama raja nusantara seperti Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta, Mangkunegaran, Raja-raja Cirebon, Bali dan lainnya juga turut ia tuliskan dalam undangan itu.

Iskandar menambahkan, untuk menulis nama tamu undangan juga diperlukan konsentrasi yang cukup baik. “Saya tidak tentu menulisnya, kadang setelah salat subuh karena masih fresh ya. Kalau saya enggak fresh, ya tidak nulis, meski banyak tumpukan data,” katanya kepada Edupost.ID.

Iskandar menuturkan, dari ribuan nama tamu undangan yang ditulisnya, hanya sekitar 10 persen terjadi kesalahan penulisan nama, itupun dari pemberi data yang salah memasukkan nama. Pria kelahiran 6 Juni 1956 ini mengaku bangga dipilih menjadi salah satu bagian dari Prosesi Jumenengan KGPAA Paku Alam X. (Andi)

Check Also

lomba karya tulis internasional

Lomba Karya Tulis Internasional bagi Anak-anak dan Remaja

Edupost.id – Lomba Karya Tulis Internasional bagi Anak-anak dan Remaja ini diadakan oleh Departemen Pengembangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *