Kamis , 24 Agustus 2017
Home / Profil Inspiratif / Jadi Duta Museum DIY, Putu Siap Promosi di Berbagai Media 
Kuncoro Jati dan Putu Anggita Duta Museum DIY 2016
Kuncoro Jati dan Putu Anggita Duta Museum DIY 2016. (foto : KrJoga)

Jadi Duta Museum DIY, Putu Siap Promosi di Berbagai Media 

Edupost.id – Tekad yang kuat untuk turut berperan aktif dalam mempromosikan pariwisata maupun kebudayaan Indonesia membuat Puta Aggita Wijayanti mantap melangkahkan kaki mengikuti seleksi Pemilihan Duta Museum Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2016. Berbekal restu dari orang tua, perempuan  ini akhirnya terpilih menjadi juara.

“Perasaan saya senang sekaligus sadar bahwa sekarang saya mengemban sebuah tugas. Sebenarnya saya tidak menyangka menjadi Juara, karena saat saya masuk 12 besar saya sudah senang dan bersyukur,” ujar gadis yang baru saja menyelesaikan pendidikan di Jurusan Hubungan Internasional FISIPOL UPN Veteran Yogyakarta.

Dikatakan Putu, ketertarikannya mengikuti pemilihan Duta Museum DIY sudah ada sejak tahun 2014. Namun, baru tahun ini ia dapat mewujudkannya. Alasan utamanya mengikuti pemilihan ini, menurutnya karena ingin terlibat dalam mempromosikan pariwisata maupun kebudayaan Indonesia. Permuseuman adalah salah satu bagian dari pariwisata yang menurutnya harus turut dipromosikan juga.

Banyak hal yang sudah ia lakukan untuk menjadi juara duta museum tahun ini. Yang paling utama adalah mengantongi restu dari orang tua dan Tuhan. Selain itu, ia juga aktif melakukan beragam upaya untuk memperluas wawasan tentang museum. Kemampuan komunikasi yang baik juga menjadi senjata andalan yang akan ia gunakan untuk promosi museum. Pengalaman menjadi Marketing Communication di salah satu TV Lokal di Yogyakarta diakuinya telah memberikan pengalaman berharga dalam melatih kemampuan berkomunikasi dengan orang lain.

Gadis kelahiran 16 September 1994 ini mengatakan, perlu adanya upaya untuk mendorong para generasi muda untuk berkunjung ke museum. Untuk itu, selama menjadi duta museum ia akan berupaya keras mempromosikan museum melalui berbagai cara seperti sosialisasi di berbagai komunitas dengan cara menghampiri orang satu persatu. Tidak hanya itu, alumni SMAN 7 Denpasar ini juga akan memanfaatkan berbagai media massa, maupun media sosial untuk menyosialisasikan museum kepada kawula muda.

“Saya percaya bahwa anak muda masih banyak yang tertarik tentang museum, namun perlu adanya dorongan lebih. Dorongan tersebut berupa sosialisasi ke berbagai komunitas dan promosi di berbagai media,” imbuhnya.

Terjun dalam gerakan sosial bukanlah kegiatan baru bagi Putu. Selain menjadi duta museum, ia juga aktif menjadi volunteer Komunitas Tepus Story, sebuah komunitas mahasiswa yang tergerak untuk mengajar anak – anak di daerah Tepus, Gunung Kidul. Di komunitas ini, Putu menjadi salah satu pengajar. Melalui komunitas ini, nantinya Putu juga akan membagikan wawasan tentang museum kepada anak – anak binaannya.

“Pada dasarnya semua orang yang saya temui menginspirasi saya. Membuat saya tumbuh menjadi lebih baik, menyadari kekurangan saya dan kadang memberi semangat saya,” kata Putu menutup ceritanya. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *