Kamis , 25 Mei 2017
Home / Profil Inspiratif / Murfi, Lulusan Terbaik UIN Peraih Beasiswa S2 ke Belanda

Murfi, Lulusan Terbaik UIN Peraih Beasiswa S2 ke Belanda

Edupost.ID – Hanya butuh waktu 3 tahun dan 26 hari bagi Ali Murfi untuk menyelesaikan studinya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Murfi menjadi lulusan tercepat dan terbaik, bukan hanya di jurusan Kependidikan Islam/Manajemen Pendidikan Islam, namun juga se-UIN. Sampai saat ini belum ada yang mengalahkan rekornya itu.

Tahun 2010, ketika ia masih duduk di semester 1, Murfi termasuk mahasiswa yang kurang aktif di kelas. Namun ia berubah di semester 2 hingga meraih puncak eksistensinya pada semester 3.

Hebatnya, mahasiswa kelahiran Pacitan, 26 Juni 1993 ini sudah mengajukan judul skripsi sejak semester 6. Ketika PPL/KKN ia kerjakan skripsi juga. Sehingga, seminggu setelah ujian PPL, ia bisa melakukan sidang skripsi.

Keseimbangan antara usaha dan do’a jadi pegangannya. Selain itu, ia juga mengakui pentingnya membuat rencana  penting. Murfi  telah merencanakan kelulusannya sejak awal. Organisasi dan bisnis yang ia tekuni saling berkaitan agar tidak mengganggu kegiatan kuliah. Ia memberi tips, “pilihlah organisasi yang sesuai passion.”

Berbicara tentang bisnis, ia menyarankan agar mahasiswa memilih bisnis yang bisa dikerjakan berdampingan dengan kegiatan lainnya. Misalnya menjadi pengajar bimbel seperti yang ia lakukan. Menjadi penjual nasi goreng misalnya, kurang tepat karena pekerjaan itu sangat menyita waktu. Guru bimbel bisa menentukan jadwal mengajarnya dan biasanya kegiatan mengajar dilakukan malam hari.

Prestasi Murfi tak berhenti sampai di situ. Selepas lulus, ia mendapat beasiswa kuliah S2 di Educational Sciences, Leiden University, Belanda. Sebelumnya, ia mendapat beasiswa ke Australia dan Malaysia, akan tetapi ia tolak. Ia lebih ingin menyebarkan pemikiran dan budaya Indonesia ke Belanda.

Murfi berbagi tentang beberapa alasan ketertarikannya dengan Belanda ketika diwawancarai Edupost.ID. Pertama, sistem pendidikan di Belanda terbaik nomor tiga se-Eropa. Kedua, Belanda merupakan negara kedua dengan pengantar kuliah berbahasa Inggris.

Ketiga, kultur di sana akomodatif dengan berbagai suku dan bangsa. Sehingga tidak akan ada diskriminasi pada mahasiswa darimanapun. Keempat, Belanda masuk dalam daftar perguruan tinggi terbaik di dunia. (Nurfi)

Check Also

UGM Buka Ajang Bisnis Pemuda ASEAN, AYSPP 2017

UGM Buka AYSPP, Ajang Bisnis Pemuda ASEAN

Edupost.id – Kompetisi bertaraf internasional, ASEAN Youth Socialprenuership Program (AYSPP) yang digelar Universitas Gadjah Mada (UGM) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *