Sabtu , 16 Desember 2017
Home / Profil Inspiratif / Pejuang Pendidikan Tasikmalaya, Buka Sekolah di Desa Terpencil

Pejuang Pendidikan Tasikmalaya, Buka Sekolah di Desa Terpencil

Tasikmalaya- Seorang pemuda berjuang membangun pendidikan di desa tertinggal, Kampung Cibuleud, Desa Sundawenang, Kecamatan Salawu, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Ruslan Suparlan, sarjana teknik berusia 34 tahun ini adalah salah satu warga Cilubeud yang berhasil mengenyam pendidikan hingga lulus pendidikan tinggi. Ia tak ingin desanya terus menjadi daerah tertinggal.

Desa yang hanya berjarak 12 kilometer dari pusat kota Kabupaten Tasikmalaya ini, tercatat sebagi salah satu daerah tertinggal. Untuk bersekolah saja warga harus menempuh perjalanan jauh melintasi bukit dan jalan rusak.

Tahun 2001 Ruslan mendirikan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang dinilai paling sesuai dengan kemampuan ekonomi, kebutuhan dan waktu yang dimiliki penduduk Desa Sundawenang saat itu.

Tingginya minat masyarakat mengikuti PKBM mendorong Ruslan mengubahnya menjadi SMP Al Madanyiah pada 2007 lalu. Sekolah ini menjadi sekolah pertama di Sundawenang dan tak memungut biaya dari siswanya. “Ruslan adalah pejuang pendidikan,” kata Muhammad Zen, Kadisdik Kabupaten Tasikmalaya.

Membangun pendidikan di kampungnya, bagi Ruslan, bukan sekadar persoalan menanamkan kesadaran warga akan pentingnya pendidikan. Buruknya prasarana dan tingginya biaya transportasi menuju sekolah turut menjadi kendala tersendiri.

Namun Ruslan tak mau menyerah, dengan segala keterbatasan fasilitas dan guru yang ada, baginya semangat belajar tak boleh padam. Para siswa belajar dan kerja praktek langsung di lapangan, penghasilan yang diperoleh dibagi rata untuk biaya operasional sekolah dan sisanya buat uang saku siswa. Dengan cara ini sekolah bisa menggratiskan siswanya dan mandiri dengan kemampuan sendiri.

Kini, tak hanya dari Kampung Cibuleud, anak-anak dari Desa Jahiang, Neglasari, Kawungsari yang berjarak dua hingga lima kilometer juga menjadi siswa sekolah Ruslan. Sekolah itu telah berjasa sebagai tempat bagi anak-anak di pedalaman Kabupaten Tasikmalaya melanjutkan pendidikan. (Edu)

Check Also

KPAI Temukan Buku IPS Soal Yerussalem selain Penerbit Yudistira

Edupost.id – Buku IPS yang memuat konten bertuliskan “Ibukota Israel adalah Yerussalem” ternyata tidak hanya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *