Jumat , 24 Maret 2017
Home / Profil Inspiratif / Pengabdian Riswati, Guru yang Digaji 200 Ribu Rupiah

Pengabdian Riswati, Guru yang Digaji 200 Ribu Rupiah

Edupost.ID, Sleman – Pagi ini Riswati kembali melakoni aktivitas rutinnya, mengajar. Sampai di sekolah, di SDN Kentungan, Sleman, Ibu Guru muda ini kembali tersenyum melihat siswa-siswinya yang begitu bersemangat akan mengikuti pelajaran hari ini. Tak ada sedikitpun guratan kesedihan maupun keluh kesah pada dirinya meski ia harus ikhlas mendapat honor Rp 250.000 per bulan sebagai ganti jerih payahnya dalam mengajar.

Ia memang hanya mendapat honor kecil dari aktivitas mengajarnya karena ia hanya berstatus Guru Tidak Tetap (GTT). Sekolah tempat ia bekerja memang tak mampu memberikan honor yang lebih besar karena keterbatasan anggaran. Anggaran 15% dari dana BOS yang dapat digunakan untuk membayar tenaga honorer memang mengharuskan kepala sekolah untuk “tega” memberikan honor kecil bagi tenaga honorer, termasuk Riswati.

Ia mengaku hanya bisa pasrah dengan kebijakan pemerintah perihal nasibnya sebagai GTT. “Saya dasarnya dalam mengajar ikhlas untuk beribadah,” ujar Riswati. Senyum riang anak didiknya setiap hari diakuinya selalu menyuntikkan motivasi motivasi untuk tetap mengajar. Bagaimanapun, anak-anak itu tetap membutuhkan guru untuk mempersiapkan masa depan mereka sebagai generasi penerus bangsa.

“Saya hanya mampu memberikan uang untuk beli sabun, kalau mereka ikhlas dan siap ya silakan. Tapi kalau tidak siap ya kami tidak memaksa,” ujar Kepala SDN Kentungan, Sleman, Sri Haryati menanggapi kecilnya honor GTT.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Riswati masih harus bekerja di luar tugasnya sebagai guru SDN Kentungan. Setiap harinya, ia juga memberikan bimbingan les privat kepada siswa SD. Dalam memberikan jasanya ini, Riswati pun tidak mematok tarif. Berapapun nominal yang ia terima dari orang tua siswa, ia lterima dengan penuh syukur.  “Saya tidak mematok tarif. Berapapun saya terima,” ujarnya.

Biasanya, siswa-siswanya di sekolah banyak meminta ia mengajar les tambahan di rumah, terlebih siswa kelas 6 menjelang ujian. Hal itu, menurut Riswati adalah rejeki tambahan.

Riswati bukan satu-satunya guru yang menerima honor kecil sebagai GTT. Ia hanya satu di antara ribuan GTT yang bernasib sama di Indonesia. Perjuangannya yang berat memang layak diapresiasi. Menjadi tugas pemerintah untuk menaikkan kesejahteraan mereka. (Andi)

Check Also

seniman mengajar kemendikbud

Pendaftaran “Seniman Mengajar” di Daerah Terpencil Mulai Dibuka

Edupost.id – Pendaftaran kegiatan “Seniman Mengajar” yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *