Selasa , 30 Mei 2017
Home / Profil Inspiratif / Rina Wigati : Saya Bangga Menjadi Guru SLB

Rina Wigati : Saya Bangga Menjadi Guru SLB

Edupost.ID, Yogyakarta – Awalnya tak pernah terlintas dalam pikiran Rina Wigati untuk menjadi guru, terlebih guru Sekolah Luar Biasa (SLB). Namun, Tuhan telah menunjukkan jalan yang sebelumnya tak pernah ia impikan. Rina akhirnya diterima menjadi guru SLB Hellen Keller Indonesia Yogyakarta. Dan siapa sangka, kini Rina Wigati justru terpilih menjadi Guru Berdedikasi tingkat Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk jenjang Pendidikan Luar Biasa Pendidikan Dasar (PLB Dikdas) tahun 2015.

“Puji Tuhan, saya akhirnya terpilih,” ujarnya ketika ditemui Edupost.ID di sekolahnya.

Rina menuturkan, untuk maju mengikuti seleksi guru berdedikasi, ia berbekal sebuah karya tulis tentang alat komunikasi antara orang normal dengan penyandang tuna wicara tanpa bahasa isyarat. Alat itu ia buat sendiri untuk membantu orang normal yang tidak paham bahasa isyarat agar tetap dapat berkomunikasi dengan penyandang tuna wicara.

“Ini alat sederhana. Prinsip kerja alat ini, jika Anda sebagai orang normal akan berbicara dengan penyandang tuna netra dan tuna wicara, Anda tinggal menyusun huruf demi huruf untuk membentuk akata yang ingin Anda sampaikan. Nanti, penyandang tuna netra dan tuna wicara akan dapat membaca kata yang Anda buat, karena di dalam huruf itu juga tertera huruf braile,” terang Rina.

Lebih jauh rina bercerita, selama menjadi guru SLB, ia telah dua kali belajar tentang PLB di luar negeri. pada 2003, ia pernah belajar di India. Kemudian, pada 2007-2008 ia belajar di Boston, Amerika Serikat. Hal inilah yang dikatakan Rina dapat memuluskan jalannya menjadi guru berdedikasi tingkat DIY tahun ini. Selain itu, berbagai aktivitas lain masih ia jalani. Di antaranya menjadi narasumber di sejumlah seminar, diklat, dan pelatihan. Ia beberapa kali menjadi narasumber di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta.

Ketika ditanya mengenai perasaannya menjadi guru PLB, Rina mengatakan, “Saya bangga menjadi guru PLB.” (Andi)

Check Also

Himpunan Alumni (HA) IPB

HA IPB Komitmen Kawal Hasil Konvensi Hingga Proses Terpilihnya Rektor Baru

Bogor – Proses konvensi Bakal Calon Rektor (BCR) IPB periode 2017-2022 yang dilakukan oleh Himpunan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *