Jumat , 15 Desember 2017
Home / Profil Inspiratif / Siti, Nenek Peserta UN SMP yang Bercita-cita Ingin Kuliah

Siti, Nenek Peserta UN SMP yang Bercita-cita Ingin Kuliah

BENGKULU – Semangat Siti Sahana, nenek berusia 55 tahun ini patut menjadi motivasi bagi kita semua dalam menuntut ilmu. Di usianya yang tidak muda lagi, Siti Sahana (55) tetap gigih dan tidak merasa terlambat untuk mengenyam pendidikan. Tahun ini ia mengikuti Ujian Paket B di SMP Negeri 2 Kota Bengkulu.

“Saya ingin tamat SMP bahkan kalau ada umur dan rezeki ingin lanjut sampai kuliah,” ujar nenek dengan empat cucu ini, usai mengikuti ujian hari ketiga, Rabu lalu (6/5).

Riwayat pendidikan formal perempuan kelahiran Lahat, Sumatera Selatan ini sempat terputus di bangku SMP karena menikah. Setelah dikaruniai dua orang anak dan menggeluti berbagai usaha dan pekerjaan, Siti masih belum merasa puas dengan pencapaian yang ada.

Ia masih menyimpan impiannya saat masih kecil yakni menjadi seorang guru. Ia pun bertekad mewujudkan cita-citanya dengan mendirikan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) “Sahara” pada Oktober 2014.

“Saya nekat mendirikan PAUD karena saya ingin mewujudkan cita-cita menjadi guru,” pungkasnya.

Bangku sekolah yang ditinggalkannya itu kini telah ia lanjutkan kembali. Empat hari dalam sepekan, ia dan puluhan peserta didik PKBM Sriwijaya di Kelurahan Sawah Lebar mengikuti pelajaran penyetaraan SMP.

Tidak ada kendala besar baginya selama mengikuti pelajaran di PKBM. Hal ini tidak lain berkat semangat dan tekad kuat yang dimilikinya untuk menamatkan pendidikan setara SMP.

“Mata pelajaran paling sulit adalah Bahasa Inggris, saya hanya tahu one, two, three,” tuturnya sembari menyebutkan urutan bilangan dalam bahasa Inggris, diiringi senyum lebar.

Untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Biologi dan Pendidikan Kewarganegaraan, Siti mengaku masih bisa mengikutinya.

Siti menuturkan, dirinya pernah mengikuti ujian Paket B pada 2014 namun tidak lulus. “Karena waktu itu belajar kurang serius, jadi kali ini saya lebih banyak belajar, mudah-mudahan lulus,” paparnya.

Tiga orang pengajar di PAUD yang dipimpinnya bergelar sarjana. Hal ini juga yang menjadi faktor pendorong Siti melanjutkan pendidikannya hingga setara dengan para pengajar di PAUD yang ia dirikan itu.

“Sekarang lebih banyak mengawasi proses belajar dan merawat balita yang dititip di PAUD. Mudah-mudahan saya lulus ujian,” harapnya.

Muhammad Syahrie, suami Siti mengungkapkan, seluruh keluarga mendukung upaya istrinya untuk meraih cita-cita.

“Mudah-mudahan diberi umur, rezeki dan kesehatan untuk Ibu melanjutkan pendidikannya dan meraih cita-citanya,” terangnya.

Pemilik PKBM Sriwijaya Kelurahan Sawah Lebar, Ralin mengaku, sangat bangga dan salut dengan niat dan usaha Siti Sahana untuk melanjutkan pendidikannya yang sempat tertunda.

“Nenek Siti menjadi salah satu contoh bahwa penyesalan tidak untuk diratapi, tapi dibayar dan dia sudah membayarnya,” imbuhnya.

Terlebih, nenek Siti yang sudah pernah gagal pada ujian pertama pada 2014 tidak menyerah tapi kembali mencari PKBM yang lebih baik sebagai tempatnya belajar dan kini kembali mengikuti ujian penyetaraan. (ANT/IL-SS)

Check Also

Tahun 2018 Semua Sekolah Harus Terapkan Kurikulum 2013

Edupost.id – Pada tahun 2018 semua sekolah di Indonesia sudah harus menerapkan Kurikulum 2013. Hal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *