Kamis , 25 Mei 2017
Home / Profil Inspiratif / Wijaya Kusuma, Motor Penggerak Guru NgeBlog
Wijaya Kusuma, akrab disapa 'om Jay', Founder Komunitas Sejuta Guru NgeBlog. foto : reza/edupost

Wijaya Kusuma, Motor Penggerak Guru NgeBlog

Edupost.id – Jakarta, Teknologi Informasi dam Komputer (TIK) saat ini tidak lagi masuk ke dalam kurikulum. Namun, itu tidak menyurutkan semangat Wijaya Kusuma dalam menyosialisasikan teknologi kepada guru. Pria yang lahir pada 28 Oktober 1970 ini menjadi motor penggerak para guru untuk aktif dan mahir dalam menggunakan blog.

Pria yang akrab di panggil ‘om Jay’ ini merupakan guru TIK di salah satu SMP favorit di Jakarta sejak tahun 1990. Aktifitasnya dalam mengajar dan pemerhati terhadap perkembangan TIK, membuat putra ke empat dari enam bersaudara itu menjadi Founder Komunitas Sejuta Guru NgeBlog.

Beberapa hari yang lalu, Edupost.id mendatangi wisma Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh komunitas tersebut, om Jay bercerita seputar aktifitasnya dengan ramah. Menurutnya, menumbuhkan minat guru agar mau belajar membuat dan menulis di blog tentu butuh proses. Diantaranya, dengan membuat pelatihan-pelatihan di sekolah.

“Kami menawarkan sekolah-sekolah yang siap dan bersedia mengadakan pelatihan. Untuk ke depan, satu bulan satu sekolah,” katanya. Kegiatan biasanya diadakan pada Sabtu dan Minggu.

Komunitas ini didirikan dengan tujuan yaitu suatu saat akan ada satu juta guru menulis di blog. Target yang telah direncanakan, yaitu pada tahun 2020. Hingga sekarang, komunitas ini telah berkembang dengan baik karena memiliki 15 ribu guru yang telah ikuti serta. Hal tersebut diharapkan agar guru tidak gagap teknologi, dan yang sudah memiliki blog bisa semakin mahir dalam menggunakannya.

Dalam merintis komunitas ini, ia mendapat dukungan dari para guru, mahasiswa, dan sponsor. Namun, tidak sedikit yang menolak dan menentang, khususnya dalam mengembangkan TIK. Menarik, adalah sebuah kata yang membuatnya termotivasi dalam membuat blog dan menumbuhkan minat guru pada blog. Ia merasa blog adalah alat rekam yang ajaib dan itu terasa bila sudah menulis di blog. Blog bisa menjadi media untuk seseorang agar mau dan bisa menulis apa saja, dan harus bertanggung jawab.

Baginya, blog cukup bermanfaat bagi guru. Guru bisa saling berbagi pengalaman mengajarnya di sekolah lewat tulisan. Selain itu, konten edukasi yang ada masih sedikit. Blog juga bisa menjadi sarana dalam melihat berbagai informasi maupun berita pendidikan. Ia berharap, akan ada ‘one blog one teacher’. Pesannya untuk pemerintah, agar sarana dan prasarana sekolah segera dilengkapi, terutama infrastruktur sekolah. (Reza)

Check Also

UGM Buka Ajang Bisnis Pemuda ASEAN, AYSPP 2017

UGM Buka AYSPP, Ajang Bisnis Pemuda ASEAN

Edupost.id – Kompetisi bertaraf internasional, ASEAN Youth Socialprenuership Program (AYSPP) yang digelar Universitas Gadjah Mada (UGM) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *