Jumat , 28 Juli 2017
Home / Psikologi / Cara Mudah Orangtua Kenali Sembilan Kecerdasan Anak
Anak-anak
Ilustrasi. Anak-anak

Cara Mudah Orangtua Kenali Sembilan Kecerdasan Anak

Edupost.id, Bogor – Sembilan kecerdasan anak tentunya tidak mudah diketahui orangtua. Orangtua cenderung menginginkan anaknya memiliki bakat lebih dari satu bidang. Namun, hal tersebut tentu membuat anak menjadi bingung karena bakatnya tidak sesuai dengan keinginan. Pengurus PKBM Al- Jauhar, Muzdalifah, menilai ada cara agar orangtua mampu mengetahui bakat anak dari sembilan kecerdasan anak.

  1. Deteksi dini

Tentunya persiapan sebagai seorang ibu sebelum memasukkan anak ke sekolah, harus mengetahui bakat dan minat anak ada dimana.  Para ibu jangan memaksakan diri nya agar anak mau masuk ke dalam dunia yang diinginkan ibunya. Misalnya, orangtua menginginkan anaknya jadi dokter, tapi kemauan anak bukan dalam bidang itu.

“Masalahnya orangtua menginginkan anak pinter ini itu, orangtua sering memaksakan,” ujarnya kepada Edupost.id.

Bakat itu terbentuk karena belajar, bukan berasal dari genetik. Jadi akan diketahui orangtua sejak masih balita karena di situlah bakat mulai terbentuk. “Itulah pentingnya lima tahun pertama anak,” tuturnya.

2. Konsultasi dengan psikolog

Dahulu, sembilan kecerdasan anak kurang diperhatikan orangtua. “Pokoknya semua disamaratakan,” tegas Muzdalifah. Sebetulnya, tiap anak memiliki kecerdasannya masing-masing. Ada anak yang memiliki hobi dalam bidang musik namun ada juga anak yang tertarik dengan segala hal yang berkaitan dengan kinestetik tubuh.

Saat ini, sudah ada sekolah yang mampu mengakomodir kebutuhan anak. Misalnya sekolah seni, dan olahraga. Sebelum masuk sekolah tersebut, maka siswa diwajibkan mengikuti tes psikologi. Namun demikian, memang jumlah sekolah seperti ini tidak banyak. Hal tersebut disebabkan fasilitas dan tenaga pendidik membutuhkan perhatian lebih.

Hal itu dapat berlaku juga bagi orangtua. “Harus ke psikolog. Kalau yang orangtuanya peka akan seperti itu,” tambahnya. Orangtua dapat membawa anaknya menemui psikolog untuk berkonsultasi. Konsultasi dilakukan agar orangrua mengetahui bakat dan minat anaknya.

  1. Mengikuti tes

Anak perlu mengikuti tes sidik jar atau Tes STIFFIn, IQ dan EQ. Hasil tes tersebut dapat terlihat bakat anak mengarah kemana dari sembilan kecerdasan anak. “Nah baru orangtua mengikutinya. Bukan sebelum diberi tes dipaksan,” ungkapnya.

Ada kasus saat anaknya tidak mampu dalam satu bidang, maka orangtua menuntut ingin sama dengan anak lainnya. Ada pertanyaan yang sering muncul dari orangtua kepada anaknya. “Kok kamu ga bisa Matematika kayak anak yang itu?”.

Setiap anak tidak sama, mereka memiliki bakat dan minatnya sendiri. “Kalau semuanya sama bingung dong, nanti siapa yang jadi seniman, dokter. Jadi perlu mengikuti tes sidik jari. Itu untuk mengetahui bakatnya,” tuturnya. (Nisa)

 

Check Also

Guru garis Depan

SK CPNS Guru Garis Depan Telah Resmi Ditetapkan

Edupost.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah resmi menetapkan Surat Keputusan (SK) bagi 2.806 Guru …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *