Jumat , 22 September 2017
Home / Psikologi / Empat Kisah Kebaikan yang Patut Ditiru

Empat Kisah Kebaikan yang Patut Ditiru

Edupost.ID – Banyak kisah nyata tentang kebaikan orang lain yang tidak kita kenal. Seperti yang dilansir Reader’s Digest, ada empat kisah kebaikan yang orang lain lakukan yang patut kita ditiru.

  1. Pria di Supermarket oleh Leslie Wagner, Arkansas

Ketika petugas supermarket menghitung bahan makanan milik saya, ternyata totalnya lebih dari $12. Seseorang memberikan $20 saat saya mulai mengembalikan sejumlah bahan makanan kepada petugas. Sebelumnya saya sempat menolak. Kemudian orang asing tersebut menceritakan sebuah kisah.

“Ibuku sedang berada di rumah sakit karena kanker. Setiap hari aku mengunjunginya dengan membawa bunga. Namun, pagi ini dia marah. Ibuku mengatakan sebaiknya lakukan sesuatu yang lain dengan uang ini. Lalu aku disini, jadi terimalah. Ini adalah bunga ibuku,” jelasnya.

  1. Tujuh Mil untuk Saya oleh Clarence W. Stephens, Kentucky

Sesaat setelah meninggalkan toko untuk kembali ke mobil, saya baru menyadari bahwa kunci dan telepon ada di dalam mobil. Seorang remaja yang mengendarai sepeda menghampiri dan bertanya. Saya menjelaskan situasinya.

“Meskipun saya bisa menelpon istri saya, dia tidak bisa datang dan memberikan kunci mobil cadangan karena ini mobil milik kami satu-satunya,” terang saya kepada remaja itu. “Panggil istri anda dan katakan padanya aku datang untuk mengambil kuncinya,” ujar remaja itu. “Tapi jaraknya tujuh mil,” jelas saya. Lalu dia berkata jangan khawatir akan hal itu.

Satu jam kemudian, remaja itu kembali. “Anggap saja aku sedang latihan. Seperti di dalam film-film koboi, mengendarai sepeda menuju matahari terbenam,” ujarnya saat menolak uang pemberian saya.

  1. “Saya Masih Bisa Membantu” oleh Mohammed Basha, Florida

Pasien saya, Jimmy didiagnosis terkena kanker pankreas. Ketika saya berjalan di parkiran mobil, saya melihat seorang pria tua tengah menyerahkan perkakas kepada seseorang yang sedang berada di bawah mobil. Kemudian saya berteriak menanyakan apa yang sedang dia lakukan di bawah mobil.

“Kanker saya ini tidak memberitahu saya untuk tidak membantu orang lain, Dok,” ujarnyanya. Orang tua itu berterimakasih kepada Jimmy dan pergi. Sesaat itu pula Jimmy kembali ke mobilnya dan bergegas pergi. Saya mengambil kesimpulan bahwa kebaikan memang tidak memiliki batas dan tidak ada batasan.

  1. Dukungan Kupu-Kupu oleh Jennifer Garcia, Texas

Ketika usai kehamilan saya menginjak empat bulan, detak jantung bayi pertama saya sempat berhenti. Saya sempat terpukul dan tidak mau kembali mengajar ke sekolah.

Setelah empat minggu kondisi kehamilan saya kembali pulih, saya masuk ke kelas yang kosong dan menyalakan lampu. Kemudian saya terpaku dengan kupu-kupu kertas berwarna yang tertempel di dinding berisikan tulisan murid saya yang sekarang dan yang sebelumnya. “Terus bergerak maju,” “Jangan menyerah pada Tuhan,” dan “Ketahuilah bahwa kami mencintaimu” dukungan inilah yang saya butuhkan. (Nisa)

Check Also

kekerasan-seksual-anak

KPAI : Waspada! Kejahatan Seksual Makin Marak di Medsos

Edupost.id – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pornografi dan Cybercrime, Margaret Aliyatul Maimunah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *