Jumat , 20 Januari 2017
Home / Psikologi / Enam Cara Kelola Rasa Marah dengan Baik
marah
ILustrasi. Marah (foto; huffpost)

Enam Cara Kelola Rasa Marah dengan Baik

Edupost.id – Rasa marah dapat menjadi masalah bila tidak mampu kita kelola dengan baik. Rasa marah juga bisa mengganggu kesehatan bila terus menerus dibiarkan tanpa diredam dengan baik. Beberapa penyakit yang ditimbulkan akibat sering marah yaitu tekanan darah tinggi, sakit jantung, depresi, flu dan masalah pencernaan. Karena itu, luapan emosi ini perlu dimanajemen dengan baik. Berikut ini enam cara mengelola rasa marah dengan baik, seperti dilansir nhs.uk.

  1. Kenali tanda-tanda saat marah

Biasanya saat marah, denyut jantung kita akan meningkat cepat dan nafas anda berhembus lebih kencang. Bisa jadi bahumu akan terasa tegang dan tangan anda mulai mengepal seperti ingin meninju. Jika anda melihat gejala ini, segera tenangkan diri agar jangan sampai kehilangan kontrol. Mulai hitung perlahan dari 1-10 sambil mengatur nafas anda.

Bernafaslah dengan perlahan. Hirup udara dari hidung dengan lebih dalam lalu hembuskan perlahan. Hal ini akan membantu anda menjadi lebih relaks. Jika anda dalam posisi berdiri maka duduklah, jika sedang duduk maka berbaringlah.

  1. Alihkan rasa marah

Saat marah anda bisa meluapkannya dengan melakukan kegiatan bermanfaat seperti olahraga berlari, berenang, yoga atau bersepeda. Kegiatan olahraga tersebut dapat mengalihkan rasa marah anda dan bisa mengurangi rasa stres yang bisa menjadi pemicu emosi.

  1. Cukup Istirahat

Beristirahatlah dengan cukup agar tubuh menjadi relaks dan tidak kurang tidur yang bisa meningkatkan stres dan marah.

  1. Lakukan aktivitas seni

Lakukan aktivitas seni seperti menulis, bermain musik, menari atau melukis. Hal itu akan membuat hati dan pikiran gembira sehingga membantu mengurangi rasa marah.

  1. Curahkan isi hati

Ceritakan isi hatimu tentang segala masalah yang menyebabkan munculnya rasa marah. Hal ini akan sangat membantu anda melihat masalah dengan cara yang berbeda sehingga ke depannya anda bisa lebih tenang menghadapinya.

  1. Rela menerima kenyataan hidup

Hal utama yang memicu rasa marah adalah ketidakrelaan untuk menerima realita yang ada. Cobalah untuk ikhlas dan rela menerima kenyatan hidup. Hal ini akan membuat anda lebih sabar menghadapi situasi apapun sehingga tidak mudah marah. (IK-SS)

Check Also

Enam Faktor Penyebab Guru Kurang Kondusif Mengajar

Edupost.id – Peran guru sangatlah besar, apapun yang guru lakukan akan berdampak pada murid. Namun …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *