Sabtu , 22 Juli 2017
Home / Psikologi / Galau Usai Liburan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Galau Usai Liburan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Galau Usai Liburan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya (depressionguide doc.)

Galau Usai Liburan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Eduost.id – Berlibur bertujuan untuk menyegarkan pikiran agar siap kembali beraktivitas dengan semangat. Namun, jika kenyataan yang terjadi justru sebaliknya, berarti tujuan liburan belum tercapai. Berikut ini penyebab dan cara mengatasi galau usai liburan seperti yang Edupost.id rangkum dari Web MD.

Para ahli psikologi menamakan kondisi galau usai liburan sebagai “post-holiday blues”. Gejalanya antara lain rasa malas melakukan aktivitas rutin, susah tidur, atau malah sedih berkepanjangan.

Ada sejumlah penyebab rasa galau yang timbul usai liburan, diantaranya rasa bersalah karena menghabiskan banyak uang untuk berlibur dan juga persiapan panjang untuk melakukan liburan. Atau perasaan kesal karena jadwal penerbangan terlambat, anak-anak yang rewel di kota tujuan, atau pun kejadian tidak mengenakkan lainnya, bisa menumpuk dan kembali muncul ketika kita kembali ke rutinitas harian.

 

Padahal menurut Howard Tinsley, PhD, profesor psikologi dari Southern Illinois University, berlibur adalah elemen penting dalam kebahagiaan. “Berlibur juga mengembalikan semangat spontanitas dan ekspresi diri. Kegiatan ini membuat kita mampu mengontrol hal-hal yang menyenangkan,” ujarnya. Saat kita berlibur, akan ada peningkatan jumlah dua neurotransmiter otak, yakni dopamin dan serotonin. Kedua hormon ini berpengaruh pada mood dan depresi.

 

Untuk mencegah depresi yang justru timbul sepulang liburan, sebaiknya kita mengenali kepribadian liburan kita. “Apa tipe liburan yang paling kita sukai. Sesuaikan dengan kepribadian keluarga,” terang Frank Farley, PhD, psikolog klinis terkemuka.

Ada orang yang menyukai tantangan dan petualangan sehingga butuh pengalaman yang lebih dalam. Misalnya saja menaiki roller coaster di wahana permainan, berkemah, atau menjelajahi suatu kota. Namun, orang yang lebih suka sesuatu yang stabil, terprediksi, dan tenang, mungkin akan lebih cocok menghabiskan minggu di pantai atau bersantai di pinggir kolam renang.

“Ciptakan suasana liburan yang sesuai dengan tipe kepribadian kita sehingga saat pulang kita benar-benar merasa segar,” tuturnya. Cara lainnya adalah dengan tidak menghabiskan waktu liburan terlalu dekat dengan waktu kembali bekerja. Luangkan satu atau dua hari untuk menyiapkan diri kembali ke rutinitas. (IK-SS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *