Selasa , 22 Agustus 2017
Home / Psikologi / Kekerasan Anak, Walikota Yogyakarta Luncurkan Satgas Sigrak
Walikota-Yogyakarta-Saatnya-Kita-Lindungi-Anak
Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti. (Foto: antara)

Kekerasan Anak, Walikota Yogyakarta Luncurkan Satgas Sigrak

Edupost.id – Kekerasan anak dapat dicegah dengan berbagai upaya seperti Walikota Yogyakarta yang meluncurkan Satgas Siap Gerak Atasi Kekerasan (Sigrak) Kamis, (28/7). Secara resmi, satgas ini telah dilaunching oleh walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti bersamaan dengan Peringatan Hari Anak Nasional Kota Yogyakarta 2016 di Balai Kota Yogyakarta.

Dikatakan Haryadi, satgas ini sebagai bentuk tanggungjawab pemkot Yogyakarta untuk memberikan perlindungan terhadap anak dari para ‘predator’ anak. Menurutnya, sudah saatnya seluruh elemen bangsa melindungi, memperhatikan, dan mewujudkan hak anak. “Hak anak kan belajar, berolahraga, dan dilindungi agar dapat tumbuh menjadi pemimpin masa depan Indonesia,” imbuhnya.

Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan (KMPP) Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat mengatakan, Sigrak dibentuk sebagai upaya deteksi dini kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di masyarakat. Anggota Sigrak, menurut Octo terdiri dari tokoh masyarakat, wakil pemuda, perempuan, dan tokoh agama di tiap-tiap kelurahan. Secara keseluruhan, jumlahnya ada 180 orang. Nantinya, satgas ini bertugas untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak melalui penyuluhan dalam forum masyarakat.

Kasus kekerasan anak di Kota Yogyakarta menurut Octo cenderung naik setiap tahunnya. Dan sejak tahun lalu, jenis kekerasan yang dialami anak di kota ini adalah penelantaran.
“Sejak tahun lalu, jenis kekerasan yang dialami anak-anak di Yogyakarta mulai bergeser dari kekerasan fisik dan psikis ke penelantaran. Dari 86 kasus di 2015, 67 di antaranya penelantaran,” jelas Octo.

Kekerasan penelantaran dipengaruhi beragam faktor, misal lunturnya nilai-nilai kekeluargaan, orang tua yang tidak siap membesarkan dan merawat anak, dan terpaksa menikah karena kehamilan yang tidak diinginkan. Tingkat penelantaran cukup beragam, yaitu mulai dari tidak memberikan perhatian kepada anak, lalu penelantaran seperti meninggalkan anak.

Octo berharap, dengan pembentukan Sigrak akan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk mencegah dan menangani tindak kekerasan terhadap anak. (Andi)

Check Also

Biaya-Dinas-Pejabat-Sedot-Anggaran-Dikti

Pemkot Yogyakarta Pangkas Anggaran Pendidikan Rp 14 Miliar

Edupost.ID – Pemerintah Kota Yogyakarta pada tahun ini memangkas anggaran pendidikan sebesar Rp 14 miliar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *