Minggu , 26 Maret 2017
Home / Psikologi / Lima Buku Wajib Dibaca Sebelum Masuk Kedokteran
Stethoscope. ilustrasi dok. premedadvice

Lima Buku Wajib Dibaca Sebelum Masuk Kedokteran

Edupost.ID – Siswa yang ingin masuk ke sekolah kedokteran tentunya membutuhkan banyak buku referensi. Seperti yang dilansir dari Guardian, ada lima buku yang wajib dibaca bagi mahasiswa sebelum masuk ke sekolah kedokteran.

  1. The Other Side oleh Kate Granger

Granger adalah seorang dokter spesialis pengobatan geriatrik, namun ia juga adalah seorang penderita kanker. Buku ini mendeskripsikan perjalanan Granger sebagai penderita kanker di mata seorang dokter. Buku ini cukup bernilai untuk siswa kedokteran dan dokter muda karena mengajarkan pentingnya perhatian meskipun itu adalah hal sepele. Seperti duduk bersama dengan penderita kanker lainnya kemudian saling bergandengan tangan dan memperkenalkan diri.

  1. The Man Who Mistook His Wife for a Hat oleh Oliver Sacks

Muddy Bhatt, seorang mahasiswa kedokteran spesialis syaraf di Universitas Collage London mengatakan, membaca buku ini akan membantunya menjalankan tugas di sekolah kedokteran. Buku ini tidak hanya mengajarkan tentang cara menjadi dokter, namun keinginginan terbesar dari seorang ahli syaraf.

  1. The Checklist Manifest oleh Atul Gawande

Buku ini menjelaskan bagaimana menjadi dokter yang profesional dengan tanggungjawabnya yang berat serta bagaimana cara menangani kesalahan. Buku ini mengajarkan bagaimana melihat sebuah kesalahan dari sudut pandang lainnya. Meskipun situasi berubah menjadi sangat rumit, alasan sebuah kesalahan bisa saja sangat sepele.

  1. The Optimism Bias oleh Tali Sharot

Memiliki jiwa optimis tentu bagus untuk bertahan hidup dan juga agar potensi diri mampu berkembang dengan pesat. Sebagai contoh, jika seseorang adalah perokok, maka dia tidak akan sadar bahwa rokok dapat membunuhnya sampai ia terbunuh oleh rokok. Buku ini membantu agar siswa mengerti mengapa seseorang sangat sulit untuk menerima nasehat tentang kesehatan.

  1. The Family That Couldn’t Sleep oleh D.T. Max

Jin Ouyang, seorang mahasiswa kedokteran di Imperial College London mengatakan buku ini adalah salah satu buku kesukaannya. Sementara mahasiswa yang lain berpendapat bahwa buku ini akan membuat mereka sangat mengerti tentang pandangan seorang pasien. Jika mereka mampu menangani segala kesulitan, maka mereka akan menjadi dokter yangn lebih baik. Sehingga mampu terhubung dengan para pasien dan tidak hanya sekedar mampu mendeteksi penyakit yang dideritanya.  (Nisa)

Check Also

fahimudin kholida man 3 bantul

Dua Siswa MAN 3 Bantul Raih Emas World Mathematics Invitational 2017

Edupost.ID – Dua siswa MAN 3 Bantul kembali berprestasi di kancah nasional setelah berhasil meraih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *