Senin , 25 Juni 2018
Home / Psikologi / Pelecehan Seksual di RS, Ini Solusi dari Psikolog Unair

Pelecehan Seksual di RS, Ini Solusi dari Psikolog Unair

Edupost.id – Psikolog Sosial Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR), Dr. M.G. Bagus Ani Putra, Psikolog., menawarkan solusi untuk menghindari terulangnya kembali kasus pelecehan seksual seperti yang terjadi di sebuah rumah sakit swasta di Surabaya.

Kasus tersebut sempat ramai di media massa dan media sosial, seorang pasien perempuan mengalami pelecehan seksual oleh seorang perawat laki-laki. Pasien tidak melawan, karena diduga tidak sadarkan diri akibat efek anestesi dalam tindakan medis.

”Solusi yang pertama, dalam penanganan medis antara pasien dan paramedis hendaknya yang berjenis kelamin sama. Ini untuk menghindari terjadinya pelecehan seksual,” ujar Bagus Ani Putra.

Kemudian solusi kedua, dalam penanganan keperawatan seperti itu sebaiknya dilakukan minimal oleh dua orang perawat, sehingga selain ada saksi juga sebagai tindakan pencegahan. Solusi ketiga, korban pelecehan dan lingkungan sosial harus berani melaporkan jika ada pelecehan. Ini untuk menghindari terjadinya pelecehan seksual yang berkelanjutan. Yang keempat, bagi organisasi professi hendaknya wajib menegakkan etika profesi.

”Kemudian, langkah hukum adalah tindakan tepat agar tidak terjadi main hukum sendiri,” terang Bagus Ani Putra, Ketua Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat (PIH) UNAIR periode 2012-2016.

Ahli Sexual Psychology and Interpersonal Relationships UNAIR, Dr. M.G. Bagus Ani Putra, mengutip pendapat Sigmund Freud, seorang tokoh psikologi menerangkan bahwa setiap manusia itu mempunyai tiga komponen dalam jiwanya yang mempengaruhi perilakunya.

Komponen pertama adalah Id, yaitu dorongan, libido, dan keinginan-keinginan yang lain. Komponen kedua adalah Ego yaitu realita yang rasional berdasarkan status individu. Dan ketiga adalah super ego yaitu norma-norma yang ada.

”Menanggapi berita pelecehan seksual oknum perawat kepada pasien itu, dilihat dari analisa psikologi, pelaku pelecehan cenderung mempunyai Id yang tinggi sehingga mengalahkan Ego dan Super Egonya. Libido yang dibiarkan bebas akan mengalahkan realitanya sebagai professi perawat dan norma-norma atau etika professinya,” jelas Dr. Bagus.

Penyebab (anteseden) pelecehan lainnya bisa juga karena perilaku pelecehan seksual ini karena situasional. Misalnya kondisi korban yang lemah menguatkan perilaku pelecehan, dan umumnya pasien ”menyerahkan” keselamatan jiwa raganya kepada petugas medis.

Penyebab yang ketiga, perilaku pelecehan seksual bisa diperkuat jika korban dan lingkungan sosial tidak bertindak untuk mencegahnya, misalnya melaporkan kejadian tersebut dan memberi social punishment kepada pelaku.

Check Also

Pemerkosa 58 Anak, Fahira Idris: Hukuman Mati atau Seumur Hidup

Edupost.id, Jakarta – Kasus dugaan perkosaan terhadap 58 anak yang dilakukan seorang pengusaha di Kediri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=