Minggu , 22 Oktober 2017
Home / Sainstek / 23 September 2017 Bumi Kiamat, Benarkah?
Hari kiamat
Ilustrasi. Hari kiamat (youtube)

23 September 2017 Bumi Kiamat, Benarkah?

Edupost.id – Seorang Numerolog Kristen, David Meade, meramalkan akan terjadi kiamat pada 23 September 2017. Meade mengklaim bahwa, berdasarkan analisis angka-angka dalam Alkitab dan analisis astronomi, sebuah planet yang dikenal sebagai Nibiru akan menghantam Bumi dan memicu bencana besar.

Ia mengaku melakukan perhitungan berdasakan angka-angka dalam Alkitab. Ia secara khusus menyoroti angka “33”. Dikatakannya, Yesus hidup selama 33 tahun. Nama Elohim, yang merupakan nama Allah dalam tradisi Yahudi, disebut 33 kali dalam Alkitab. Kebetulan 23 September besok adalah tepat 33 hari setelah gerhana matahari total di AS pada 21 Agustus lalu. Gerhana matahari, menurut Meade, adalah pertanda dari langit.

“Angka ini sangat signifikan secara Alkitabiah, secara numerologi juga signifikan. Saya bicara dari sudut pandang astronomi. Saya bicara soal Alkitab… dan menggabungkan keduanya,” katanya seperti dilansir dari laman The Washington Post.

Meade menjelaskan bahwa ada salah satu bab dalam kitab itu yang menggambarkan bahwa akan ada satu masa ketika sebuah objek muncul di langit dan akan membawa kehancuran di Bumi. Itu menggambarkan bahwa akan muncul seorang perempuan – “berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya” – yang akan melahirkan seorang anak lelaki yang akan “menggembalakan semua bangsa dengan gada besi”.

Perempuan itu akan dikejar-kejar oleh seekor naga berkepala tujuh. Ia akan diberikan sepasang sayap burung nasar, lalu diselamatkan dari kejaran naga oleh Bumi, yang menelan perempuan itu.

Ayat-ayat dalam kitab ini ditafsirkan sebagai suatu perlambang. Perempuan itu adalah lambang konstelasi Virgo yang berada di atas bulan dan di bawah sembilan bintang serta tiga planet. Menurutnya, pada 23 September matahari, bulan, dan Planet Yupiter akan berada dalam konstelasi Virgo. Fenomena ini jelas mereka hanya terjadi 12 tahun sekali

Meski demikian para astronom menilai analisis Meade hanya khayalan dan para pakar Alkitab menyebut ramalannya sebagai “cocoklogi” belaka. Kita tunggu saja kebenarannya pasa 23 September. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *