Sabtu , 25 Maret 2017
Home / Sainstek / Greenland Meningkat Karena Es Mencair
Greenland Meningkat Karena Es Mencair
Greenland Meningkat Karena Es Mencair (Foto: Siencedaily)

Greenland Meningkat Karena Es Mencair

Edupost.id – Seorang ahli geologi University at Buffalo (UB), Beata Csatho menyebut, sebuah studi baru dari Greenland Ice Sheet memberikan pemahaman yang berharga tentang perubahan iklim. Penelitian ini menggunakan metode yang unik untuk membangun perkiraan baru kehilangan es untuk kedua kalinya. Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Science yang dipimpin oleh Shfaqat A. Khan dari Space Institute National di Technical University of Denmark (DTU Space).

“Penelitian ini adalah langkah besar pertama menuju pemahaman yang lebih baik bagaimana proses geologi di bawah permukaan bumi mempengaruhi kehilangan es dan, pada akhirnya, kenaikan permukaan laut. Ini membuka peluang baru untuk lebih memahami bagaimana lapisan es berubah dan berinteraksi dengan lapisan berbatu bumi di bawahnya,” ujar Csatho dikutip dari laman Sciencedaily, Senin (26/9).

Dia menjelaskan bahwa lapisan es duduk di kerak padat bumi, yang pada gilirannya bertengger di atas lapisan lembut dari batu yang disebut mantel. Ketika lapisan es kehilangan es, kerak di bawahnya naik sampai – mirip dengan cara di mana musim semi terkompresi akan bergerak naik ketika tekanan dihapus.

Para ilmuwan tidak dapat mengukur berapa banyak lapisan es menyusut oleh perubahan hanya dengan melakukan pelacakan di ketinggian permukaannya. Mereka juga harus mencari tahu berapa banyak perubahan elevasi disebabkan oleh batuan dasar meningkat.

Ditambahkan Csatho, penelitian baru menggunakan data dari stasiun GPS tetap pada batuan dasar untuk menangkap proses pengangkatan secara rinci belum pernah terjadi sebelumnya. Ini menunjukkan, studi sebelumnya mungkin telah meremehkan masa lalu dan kehilangan massa kini.

Makalah ini juga mengisyaratkan bahwa mantel di bawah Greenland tidak seragam. Wilayah tenggara Lapisan es telah mengalami tingkat peningkatan tiba-tiba cepat sekitar 12 milimeter per tahun. Ini menunjukkan mantel mungkin lebih panas dan kurang kental di sini.

“Ini merupakan studi yang sangat menarik. Ini adalah cara baru dan berbeda memahami lapisan es dan proses kritis pengangkatan,” pungkasnya. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *