Selasa , 11 Desember 2018
Home / Sainstek / Inilah Burung Terbesar di Dunia, Seukuran Dinosaurus !
Burung terbesar di dunia, seukuran dinosaurus
Burung terbesar di dunia, seukuran dinosaurus

Inilah Burung Terbesar di Dunia, Seukuran Dinosaurus !

Edupost.id – Jika sebelumnya para ilmuwan berpendapat bahwa Aepyornis maximus, spesies burung gajah di Madagaskar merupakan burung terbesar yang pernah hidup di dunia. Kini ditemukan spesies burung gajah lain yang memiliki ukuran lebih besar.

Ilmuwan menyebutnya, Vorombe titan. Spesies burung yang tidak bisa terbang ini memiliki postur badan yang sangat besar seperti dinosaurus, dengan berat rata-rata 800 kg atau sebanding dengan Europasaurus, sauropoda kecil atau dinosaurus berleher panjang. Saat berdiri, burung yang hidup di Madagaskar 1000 tahun yang lalu itu akan setinggi 3 meter atau 20 cm lebih tinggi dari burung unta.

“Ini benar-benar mengejutkan. Saya pikir burung terbesar adalah Aepyornis maximus dan V.titan hanyalah contoh yang lebih besar dari spesies yang sama,” ujar James Hansford, peneliti di Zoological Society of London Institute of Zoology dikutip dari Inverse, (25/9).

Temuan ini berdasarkan analisis ratusan tulang burung gajah yang disimpan di museum di seluruh dunia. Beberapa tulang tidak utuh lagi, namun Hansford merancang program komputer untuk mengisi kekosongan tersebut. Setelah melakukan pemrograman di komputer, Hansford menyadari jika tulang-tulang yang dia analisis tidak memiliki kecocokan dengan genus burung gajah yang selama ini diketahui.

Keluarga burung gajah (Aepyornithidae) dibagi dalam dua genus, Aepyornis dan Mullerornis. “Setelah melihat lebih dekat, V. titan benar-benar berbeda. Baik itu dalam hal ukuran serta bentuk sehingga harus dibuat genus yang terpisah,” ujar Hansford. “Saya memilih nama Vorombe, yang berarti burung besar di Malagasi,” tambahnya.

Walaupun Vorombe merupakan burung yang luar biasa besar, pola makannya tak berbeda dengan burung modern. Vorombe memakan tumbuhan, buah-buahan, biji serta dedauan dan mungkin juga sesekali makan serangga. 

Saat mereka punah, lanskap Madagaskar pun juga turut berubah. Tidak diragukan lagi, mereka memiliki dampak signifikan pada penciptaan dan pemeliharaan lanskap di Madagaskar kuno.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=