Selasa , 24 Januari 2017
Home / Sainstek / LAPAN Usulkan Kampanye ‘Malam Langit Gelap’ Setiap 6 Agustus
LAPAN-Usulkan-Kampanye-Malam-Langit-Gelap-Setiap-6-Agustus
Rasi Bintang. (Foto: lapan)

LAPAN Usulkan Kampanye ‘Malam Langit Gelap’ Setiap 6 Agustus

Edupost.id – Langit malam yang gelap (dark sky) saat ini menjadi langka untuk banyak wilayah perkotaan dunia karena makin parahnya polusi cahaya. Polusi cahaya adalah hamburan cahaya lampu perkotaan yang menyebabkan langit tampak terang, sehingga mengalahkan cahaya bintang. Polusi cahaya ini menyebabkan bintang-bintang di langit menghilang, bahkan rasi bintang terang pun banyak yang tak tampak lagi. Hanya beberapa bintang terang yang masih terlihat di beberapa kota, misalnya Antares di Rasi Kalajengking (Scorpio) dan Betelgeuse di Rasi Orion, serta beberapa planet terang seperti Venus dan Jupiter.

Oleh karena itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengusulkan dilakukan kampanye ‘Malam Langit Gelap’ atau Dark Sky Night agar langit bertabur bintang dapat terlihat. Hal itu, disampaikan oleh kepala LAPAN, Thomaa Djamaluddin dalam blognya, tdjamaluddin.wordpress.com. “Perlu kita kampanyekan perlunya langit gelap untuk kembali menikmati indahnya malam bertabur bintang,” tulisnya. Ada dua gagasan yang diusulkan LAPAN.

Pertama, mengadakan kegiatan tahunan ‘Malam Langit Gelap’ setiap 6 Agustus saat Hari Keantariksaan. Caranya, pada malam itu semua lampu di luar ruangan, termasuk jalan, dimatikan. Cukup satu jam, yakni pukul 20.00–21.00, ketika langit mulai gelap dan aktivitas luar ruangan mulai berkurang. Mematikan lampu luar selama satu jam sekaligus ikut mengampanyekan hemat energi seperti Earth Hour.

Kalau kita berhasil meminimalisasi polusi cahaya selama satu jam, kita bisa melihat Galaksi Bima Saksi dengan ratusan milyar bintang membentang dari Utara ke Selatan. Kita bisa melihat rasi Angsa (Cygnus) di langit Utara dengan Segitiga Musim Panas (Summer Triangle), tiga bintang terang di sekitar rasi Angsa: Vega, Deneb, dan Altair. Di langit Selatan kita melihat rasi Layang-layang atau Salib Selatan (Crux) yang sering digunakan sebagai penunjuk arah Selatan. Hampir di atas kepala kita saksikan rasi Kalajengking (Scorpio) dengan bintang terang Antares.

Kedua, menjadikan daerah tertentu sebagai kawasan bebas polusi cahaya atau biasa disebut Taman Langit Gelap (Dark Sky Park). LAPAN mengusulkan kawasan sekitar Observatorium Nasional yang akan dibangun di Kupang sebagai Taman Langit Gelap. Beberapa kawasan di Nusa Tenggara Timur sangat potensial untuk dijadikan Taman Langit Gelap. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *