Senin , 11 Desember 2017
Home / Sainstek / Lima Jenis Penipuan Paling Berbahaya di Media Sosial
penipuan online
Ilustrasi. Penipuan online

Lima Jenis Penipuan Paling Berbahaya di Media Sosial

Edupost.id – Kasus penipuan juga sering terjadi melalui internet terutama lewat media sosial seperti Facebook, Twitter, LinkedIn, dan Instagram. Para pelaku penipuan mampu menargetkan ratusan ribu orang dalam waktu yang bersamaan. Untuk terhindar dari hal tersebut, kita perlu mengenali lima macam kasus penipuan di media sosial, seperti dilansir CNN.

1. Diskon online palsu
Diskon palsu secara online bekerjasama dengan akun layanan pelanggan palsu. Penipu akan mengatur akun media sosial yang terlihat seperti bisnis yang besar. Kemudian berpura-pura menawarkan promosi yang benar. Pada kenyataannya, mereka ingin mengelabui orang agar memberi informasi pribadi mereka.

2. Survei online palsu
Taktik ini telah ada selama bertahun-tahun dan dirancang untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan pribadi. Informasi pribadi tentu dapat dijual para penipu dan disalahgunakan. Tapi, penjahat sering menautkannya ke unggahan media sosial agar terlihat meyakinkan.

3. Akun palsu layanan pelanggan di Twitter
Penjahat mengatur akun agar mampu masuk ke akun bank serta informasi rahasia pengguna lainnya. Akun palsu tersebut sekilas serupa dengan akun bisnis yang asli. Namun, biasanya akun tersebut memiliki ciri tersendiri yang menandakan kepalsuannya. Seperti ketika pengguna berinterteraksi dengan mereka, maka mereka menjawabnya dengan jawaban yang otentik.

4. Komentar populer palsu
Sebuah unggahan berita atau artikel populer di media sosial tentu mendapatkan komentar yang banyak. Para penipu mengambil keuntungan dengan menambahkan tautan atau link ke alamat berita lainnya. Sehingga link tersebut tersambung ke akun pribadi pengguna baik informasi personal rahasia maupun kartu kredit.

5. Video live streaming palsu
Semakin banyaknya perusahaan media yang mulai memberikan konten beritanya melalui streaming di internet, di situlah para penipu mulai melancarkan aksinya. Seperti mereka memberikan komentar di halaman facebook dari tim olahraga dengan tautan yang mampu mengarahkan pengguna percaya bahwa dapat menonton secara gratis. Namun, tautan mengarah ke situs web palsu yang meminta informasi pribadi untuk memulai video. Hal itu tentu tidak umum jika anda ingin menonton live streaming. (Nisa)

Check Also

Sepuluh Universitas Paling Inovatif Tahun 2017

Pimpinan PTN Harus Siap Hadapi Era Disruption Innovation

Edupost.id – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyampaikan, pimpinan PTN harus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *