Jumat , 22 September 2017
Home / Sainstek / NASA Temukan Planet Mirip Bumi di Galaksi Trappist-1
NASA Temukan Planet Mirip Bumi
NASA Temukan Planet Mirip Bumi (Deutsche Welle pict.)

NASA Temukan Planet Mirip Bumi di Galaksi Trappist-1

Edupost.id – Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, kembali menemukan tujuh planet yang ukurannya mirip bumi. Planet-planet ini berada di Galaksi Trappist-1, sebuah sistem tata surya yang bersebelahan dengan Galaksi Bima Sakti.

Menariknya, menurut NASA tiga di antaranya berpotensi layak huni. Ketiga planet itu diprediksi memiliki air dan atmosfer, sebuah kunci kehidupan seperti yang ada di Bumi.

“Penemuan ini bisa jadi bagian penting dalam teka-teki untuk menemukan lingkungan layak huni, tempat-tempat yang kondusif untuk hidup,” kata Thomas Zurbuchen, Associate Administrator dari Direktorat Misi Sains di Washington, seperti dilaporkan NASA.

Galaksi Trappist-1 berjarak 40 tahun cahaya dari Bumi. Sistem planet ini relatif dekat dengan sistem tata surya kita. Nama Trappist-1 merupakan singkatan dari The Transiting Planets and Planetesimals Small Telescope yang pertama kali diberikan di Chile pada Mei 2016. Waktu itu, para peneliti mengumumkan Trappist memiliki tiga planet. Penelitian ini kemudian dilanjutkan dengan memanfaatkan beberapa teleskop di darat, termasuk Very Large Telescope dari European Southern Observatory.

Tim yang mengoperasikan Spitzer Space Telescope awalnya membenarkan ada dua planet dalam sistem tata surya tersebut. Setelah itu ditemukan lima planet tambahan, sehingga meningkatkan jumlah planet dalam Trappist-1 menjadi tujuh.

Tim Spitzer Space Telescope kemudian mengukur ukuran dari tujuh planet itu memanfaatkan teleskop inframerah mereka. Berdasarkan kepadatan mereka, planet dalam Trappist-1 cenderung berbatu. Kini, penelitian selanjutnya akan lebih memfokuskan soal kemungkinan keberadaan air di sana, dan planet mana saja yang kaya dengan air cair.

NASA mengatakan sistem pasang surut pada planet di Trappist-1 semuanya terkunci, itu berarti sisi yang sama dari planet akan selalu menghadap ke bintang induk. Dan oleh karena itu, siang hari dan malam hari akan abadi di semua planet dalam sistem Trappist-1.

NASA juga menyimpulkan bahwa cuaca di sana benar-benar tidak seperti di Bumi. Tak ada angin kencang yang berubah dari siang ke malam hari atau perubahan suhu ekstrem. Teleskop NASA Hubble Space Telescope kini juga turut meneliti planet-planet dalam sistem bintang yang layak huni itu. Pengamatan itu bertujuan untuk mengetahui kandungan hidrogen di atmoster dan kandungan gas lain yang ada di sana.

“Sistem Trappist-1 memberi salah satu peluang terbaik untuk dekade berikutnya dalam mempelajari atmosfer di sekitar planet seukuran Bumi,” kata Nikole Lewis, pemimpin dalam studi Hubble dan astronomi di Space Telescope Science Institute di Baltimore, Maryland. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *