Rabu , 24 Mei 2017
Home / Sainstek / Sembilan Fakta Bayi yang Tidak Dokter Katakan
bayi
Ilustrasi. Bayi

Sembilan Fakta Bayi yang Tidak Dokter Katakan

Edupost.id – Orantua tentu akan bahagia dengan kedatangan bayi yang baru saja lahir. Namun, ada sejumlah fakta mengenai bayi yang baru saja lahir. Seperti yang dilansir dari Reader’s Digest, ada Sembilan fakta bayi baru lahir yang tidak dikatakan dokter kepada orangtua.

1.Memiliki tulang yang lebih daripada orang dewasa

Bayi memiliki 300 tulang dibandingkan orang dewasa sekitar 206 tulang. Beberapa tulang akan terpisah dan menyatu dengan tulang tunggal. Setelah itu akan mengeras dalam hitungan bulan da tahun setelah kelahiran.

2. Menstruasi

Bayi yang masih di dalam kandungan bisa terkena hormon estrogen yang tinggi. Saat bayi dilahirkan dan terpisah dari ibunya maka level estrogen dan hormon lainnya jatuh cepat dan pada bayi perempuan dapat menyebabkan apa yang dikenal sebagai pseudomenstruation, mirip dengan menstruasi pada wanita muda dan dewasa. Para ibu menyadari fenomena ini dan seringkali panik ketika mereka melihat sedikit darah di popok bayi mereka, tapi itu sangat umum dan terjadi di sekitar seperempat semua bayi perempuan, biasanya dalam tujuh hari pertama kehidupan.

3. Tidak bisa merasakan garam

Bayi yang baru dilahirkan sangat baik dalam perkembangan rasa, tapi tidak dengan garam.  Studi menunjukkan bahwa bayi tidak bisa merasakan garam sampai mereka berusia sekitar empat bulan. Mereka bisa merasakan rasa manis, pahit dan rasa asam. Beberapa penelitian lain menunjukkan bahwa bayi memiliki selera yang lebih baik daripada orang dewasa.

4. Tidak memiliki tempurung lutut

Semua tulang memulai sebagai tulang rawan dan akan mengeras dari waktu ke waktu. Tempurung lutut cukup lama terbentuk yaitu dari tiga sampai lima tahun dan karena tulang rawan tidak muncul di sinar-X, bayi tampaknya tidak memiliki tempurung lutut. Namun, kurangnya tempurung lutut keras adalah hal yang baik, karena jaringan spons berfungsi untuk memperbaiki kesalahan ketika terjatuh dan selama masa merangkak.

5. Memiliki air susu

Penurunan kadar hormon yang menyebabkan psueudomenstruation juga dapat menyebabkan galaktorea. Fenomena di mana bayi baru lahir mengembangkan tunas payudara kecil dan menghasilkan sejumlah kecil susu dari puting mereka. Hal ini dapat terjadi pada anak laki serta perempuan. Seperti pseudomenstruation, itu tidak berbahaya atau biasa terjadi pada sekitar lima persen dari semua bayi yang baru lahir dan dapat bertahan sampai dua bulan.

6. Menangis tanpa mengeluarkan air mata

Mereka tidak memiliki saluran air mata fungsional sampai mereka berusia antara tiga dan dua belas minggu. Bagaimanapun, mereka mampu memprroduksi air mata basal atau air mata nonemotional untuk menjaga mata tetap lembab.

7. Minum urin ketika di dalam rahim

Bayi mulai buang air kecil di dalam rahim hanya beberapa bulan setelah pembuahan. Urin bercampur dengan cairan ketuban yang mengelilingi bayi di dalam rahim. Pada trimester ketiga kehamilan, janin menelan sekitar satu liter cairan ketuban setiap hari. Sejak janin tidak perlu hidrasi atau nutrisi dalam rahim (yang berasal dari ibu melalui tali pusar) para ahli mengatakan ini berfungsi sebagai praktek untuk menelan dan pencernaan.

8. Mengingat apa yang mereka rasakan di dalam rahim

Bayi bisa merasakan sementara mereka masih dalam kandungan, mulai dari sekitar empat atau lima bulan kehamilan. Cairan ketuban diyakini dipengaruhi makanan ibu hamil. Selain itu jenis makanan yang dimakan ibu hamil diyakini mempengaruhi preferensi rasa bayi setelah lahir. Jika seorang ibu hamil makan yang berbau bawang putin, maka saat di dalam kandungan sampai lahir, bayi akan mengingat rasa bawang putih.

9. Berbulu

Terkadang bayi lahir dengan hanya beberapa jumbai rambut di atas kepala. Karena berkembang di dalam rahim, seluruh tubuh bayi menjadi ditutupi lapisan tipis rambut yang disebut lanugo. Ahli perkembangan anak mengatakan bahwa rambut membantu mengatur suhu tubuh dalam rahim. Jadi, jika bayi lahir tampak seperti manusia serigala, jangan khawatir karena itu normal. Rambut lembut akan rontok dengan sendirinya selama beberapa minggu pertama kehidupan bayi yang baru lahir. Jika bayi Anda tidak lahir ditutupi lanugo, juga bukan hal yang burukk, karena akan jatuh ketika menjelang akhir kehamilan dan bayi memakannya. (Nisa)

Check Also

bunga-bangkai

Bunga Bangkai Indonesia Ditemukan Tumbuh di Amerika

Edupost.id – Bunga Bangkai adalah tanaman endemik Indonesia yang tumbuh di pulau Sumatera, Kebun Raya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *