Rabu , 26 Juli 2017
Home / Sainstek / Suara Misterius di Langit, Ini Analisa Ilmuwan Undip

Suara Misterius di Langit, Ini Analisa Ilmuwan Undip

SEMARANG – Belakangan ini kita sempat dihebohkan dengan berita-berita yang menyebutkan adanya bunyi terompet di langit. Bahkan hal itu dikaitkan dengan tiupan sangkakala yang dipercaya oleh semua agama-agama samawi. Berbagai hipotesapun bermunculan. Berikut ini analisa dari peneliti Center for Plasma Research Universitas Diponegoro yang mendalami fisika plasma.

Ia menyebutkan, seorang geofisikawan, Elchin Kalilov telah menganalisa rekaman-rekaman suara di atmofer. Sebagian besar spektrum suara tersebut terletak dalam kisaran infrasonik, daerah frekuensi yang  tidak terdengar oleh manusia. Jadi, hanya sebagian kecil dari  suara-suara yang dihasilkan kadang bisa didengar. Dalam geofisika, gelombang ini disebut gelombang akustik–gravitasi yang terbentuk di bagian atas atmosfer. Gelombang itu  dihasilkan oleh gempa bumi, letusan gunung berapi, angin topan, badai, tsunami. Namun, ini hanya memberi kontribusi sedikit tentang adanya suara misterius di langit.

Angin Matahari

Sedangkan, berdasarkan data-data yang dilansir Lembaga Antariksa NASA, terlihat lonjakan aktivitas matahari sejak pertengahan 2011. Diantaranya ialah angin matahari (solar wind) yang membawa jutaan ton plasma panas, pada suhu sekitar 105 derajat Celcius menjauh dari Matahari. Dalam waktu 18 jam, angin matahari akan menyentuh atmosfer bumi, namun plasma angin matahari tak sampai menyentuh permukaan bumi, karena bumi dilindungi oleh medan magnet bumi.

Aurora dan suara misterius

Kemudian, plasma angin matahari dibelokkan dengan lintasan berbentuk spiral dan berakhir di kutub utara dan selatan bumi sebagai kutub medan magnet bumi. Partikel-pertikel bermuatan tersebut menghujam kutub. Di daerah yang dekat kutub pada malam hari akan terlihat aurora, salah satu jenis plasma suhu dingin. Seorang ilmuwan Inggris, guru besar dari University of Cambridge, Carolin Crawford mempresentasikan ke publik bahwa Aurora juga mengeluarkan suara yang keras.

Dengan demikian, penyebab utama terjadinya suara misterius di angkasa adalah interaksi plasma angin matahari dengan medan magnet bumi. Lokasi suara misterius tersebut selalu berada di belahan bumi bagian utara dan selatan yang dekat dengan kutub.

Kiamat

Mengenai kiamat, matahari yang sekarang berumur sekitar 5 milyar tahun, juga akan mengalami kematian seperti bintang lainnya di jagad raya ini yang telah mati. Belum ada laporan resmi tentang berapa lama lagi usia matahari kita. Jika kiamat dikaitkan dengan kematian matahari, tentu masih sangat lama. Semuapun berharap suara misterius di langit bukanlah tiupan sangkakala malaikat Isrofil.

(Undip/IK-SS)

Check Also

Guru garis Depan

SK CPNS Guru Garis Depan Telah Resmi Ditetapkan

Edupost.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah resmi menetapkan Surat Keputusan (SK) bagi 2.806 Guru …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *