Minggu , 26 Maret 2017
Home / Sainstek / Temuan Fosil Organ Vokal Burung dari masa Evolusi
Temuan Fosil Organ Vokal Burung dari masa Evolusi
Temuan Fosil Organ Vokal Burung dari masa Evolusi (foto: Sciencefoc)

Temuan Fosil Organ Vokal Burung dari masa Evolusi

Edupost.id- Sebuah fosil organ vokal (suara) sejenis bebek atau angsa yang berumur lebih dari 66 tahun ditemukan di Vega Islan, Antartika. Penemuan organ vokal disebut syrinx di masa evolusi Tyranosaurus rex. Suara yang dihasilkan diduga mirip seperti peluit atau klakson kendaraan.

Dikutip dari Sciencefoc, kamis (13/10) yang mempublikasikan penemuan Nature. Spesies burung tersebut merupakan keturunan dari dinosaurus. “Temuan ini membantu menjelaskan mengapa tidak ada organ (vokal) tersimpan di seekor hewan yang bukan dinosaurus atau buaya,” kata Julia Clarke, seorang ahli paleontologi di University of Texas yang menemukan fosil syrinx.

Penemuan ini merupakan Langkah penting untuk mencari tahu, seperti apa suara dari hewan purba yang dapat menambah wawasan dalam ilmu evolusi burung.

Syrinx terbuat dari jaringan lunak tulang rawan cincin, yang dalam kasus ini tidak mengalami masa penimbunan hewan atau fosilisasi sehingga dapat menghasilkan lagu-lagu yang kompleks seperti kicauan burung moren. Tulang rawan bukan fosil, tapi merupakan jaringan keras di tenggorokan.

Namun kandungan mineral yang tinggi di syrinx dapat memungkinkan pembentukan fosil. Semua contoh lain yang dikenal dari fosil syrinx pada burung yang hidup dengan baik setelah dinosaurus non unggas punah.

Fosil itu ditemukan di Pulau Vega Antartika pada tahun 1992 oleh tim dari Argentina Antartika Institute. Awalnya syrinx dianggap sebagai Vevagis, sebelum akhirnya pada tahun 2013, Clarke menyebutnya sebagai syrinx.

Bentuk asimetris dari syrinx menunjukkan bahwa spesies ini bisa membuat suara seperti klakson melalui dua sumber suara di kanan dan bagian kiri organ. Para peneliti membandingkan dengan syrinx Vegavis. Itu termasuk 12 syrinx dari burung yang pernah hidup dan syrinx tertua dan belum pernah diteliti.

Co-penulis dan fisiologi di University of Utah, Franz Goller menerangkan bahwa penelitian ini merupakan awal dari pekerjaan untuk menentukan apakah organ fosil tersebut dapat memberitahu awal suara burung. Sehingga menghasilkan data lain untuk burung yang masih hidup.

Dalam penelitian itu ditemukan beberapa dinosaurus yang kemungkinan akan membuat vokalisasi mulut tertutup mirip dengan burung unta atau tidak memerlukan syrinx.  Selain itu, evolusi perilaku vokal dapat memberikan wawasan ke dalam fitur anatomi lainnya, seperti penampilan otak yang lebih besar.

Demi mempelajari produksi suara secara lebih rinci, beberapa tim bekerja dengan pemerintahan untuk memproduksi replika syrinx. Proyek tersebut juga didanai oleh Gordon dan Betty Moore Foundation. (Inan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *