Selasa , 24 Januari 2017
Home / Sainstek / Tikus dan Kadal Jenis Baru Ditemukan LIPI di Sulbar
Tikus dan kadal Jenis Baru Ditemukan LIPI di Sulbar
Tikus dan kadal Jenis Baru Ditemukan LIPI di Sulbar. (Foto: LIPI)

Tikus dan Kadal Jenis Baru Ditemukan LIPI di Sulbar

Edupost.id,  Bogor – Tim Ekspedisi Widya Nusantara 2016 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan beragam flora, fauna endemik dan sekitar 14 kandidat jenis baru. Dua diantaranya tikus dan kadal di Sulawesi Barat (Sulbar). Ekspedisi dilakukan di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat dan Papua Barat beberapa waktu lalu. Ekspedisi dilakukan untuk mencari potensi pengembangan dan inovasi untuk pangan, obat-obatan, energi dan pemanfaatan lainnya.

“Potensi sebagai kandidat jenis baru antara lain tikus (nama lokal Lewa-Lewa dan Kambola), kadal dari genus Sphenomorphus yang juga merupakan kandidat jenis baru, dan kelompok hewan melata yaitu katak dari genus Limnonectes dan Oreophryne,” ujar Anang S. Achmadi, peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI dari Tim Eksplorasi Gunung Gandang Dewata, Sulawesi Barat dalam siaran pers.

Di Papua Barat, ungkap Hari Nugroho dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, tim berhasil menemukan 10 jenis hewan endemik Papua yang terdiri dari katak, kadal luar, dan bunglon. Untuk tumbuhan, Hari menjelaskan dari 435 spesimen tumbuhan yang berhasil dikoleksi. Tim juga berhasil mengisolasi 176 isolat khamir, 16 isolat enau, dan 28 isolat mikroalga untuk sampel air laut dan tawar.

Sedangkan di  Sumba, Nusa Tenggara Timur tim peneliti yang dipimpin Oscar Efendy berhasil mencatat  sebanyak 266 jenis tumbuhan biji dan 15 jenis tumbuhan paku. “Tim juga berhasil mengoleksi 84 koleksi jamur makro yang tergolong pada kelompok Basidiomycota dan Ascomycota serta 223 koleksi lumut-lumutan. Sebanyak 726 jenis tumbuhan terpilih akan dikoleksi dan ditanam sebagai koleksi hidup di Kebun Raya Bogor,” ujar Oscar.

Oscar menambahkan, tim berhasil mendokumentasikan sebanyak 19 jenis hewan mamalia terdiri atas 17 reptil dan lima amfibi, 633 lalat  dan 54 jenis burung. Juga ditemukan tiga jenis serangga perusak dan dua jenis kumbang kayu. (LIPI/Nisa)

Check Also

Kekayaan Biodiversitas Indonesia Terancam oleh Ulah Manusia

Edupost.id – Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Enny Sudarmonowati …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *