Minggu , 21 Oktober 2018
Home / Uncategorized / Indonesia-Filipina Jalin Kerjasama Pengembangan Pendidikan Islam
Kerjasama Bilateral Indonesia - Filipina
Kerjasama Bilateral Indonesia - Filipina. ilustrasi : google

Indonesia-Filipina Jalin Kerjasama Pengembangan Pendidikan Islam

Edupost.id – Kementerian Agama (Kemenag) baru-baru ini menjalin kerjasama pengembangan pendidikan Islam dengan Filipina. Hal itu ditandai dengan kunjungan Kasubdit Kelembagaan Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Safiuddin beserta Direktur Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri ke Manila.

“Kami dari Kementerian Agama juga ingin mendapatkan informasi akurat dengan mengunjungi madarasah-madrasah di sana, dan juga Islamic learning center dan organisasi keagamaan lainnya,” ujar Safiuddin, dikutip dari laman resmi Kemenag, Selasa (26/12).

Kedua belah pihak bertemu di kantor Kementerian Luar Negeri Flipina di Manila. Selain di Manila, utusan dari Kementerian Agama dan Kementerian Luar Negeri juga bertemu dengan pihak Kementerian Luar Negeri di Davao, Filipina.

Pertemuan ini dihadiri oleh Roberto R Ferrer sebagai Acting Assitant Secretary DFA -Mindanao Philiphine, Prof Alzad Sattar sebagai Undersecretary of Bureau of Madaris dan Direktur Asia Aasific Selatan, Denny Abdi dari Kementerian Luar Negeri, Safiuddin Kasubdit Kelembagaan Dit KSKK Madrasah, dan Ahmad Syahid, konsultan pendidikan dari Kementerian Agama.

“Kami sudah berkunjung ke lembaga pendidikan Islam di Filipina seperti al-Munawara, Islamic Wisdom sebagai wakil dari madarasah swasta yang jumlahnya sekitar 2000an. Pendidikan Islam di Davao dan di Mandanau dalam bentuk madrasah swasta (private school ) yang tidak dikelola oleh negara secara langsung dan mendapatkan perhatian dari negara,” jelas Safiuddin.

Safiuddin mengaku pertemuan ini juga dimanfaatkan oleh Filipina untuk mendapatkan informasi tentang pengelolaan madrasah yang baik seperti di Indonesia. Mereka mempelajari sistem tata kelola, metode dan sistem menejemen, peningkatan kapasitas kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan di Indonesia.

Selain itu, mereka juga banyak menggali tentang regulasi dan cara mengembangkan program pendidikan yang baik yang terintegrasi dengan sistem kebijakan dan regulasi yang menyatu dengan negara.

Menurut Alzad Satar, Filipina juga menjelaskan bahwa posisi madrasah di sana masih sangat kecil dan belum mempunyai pola regulasi. Di samping itu, madrasah di sana juga masih sangat tradisional. Sistem pengelolaan sangat berbeda dengan Indonesia, terutama sistem pembiyaan yang hanya bersumber dari infaq sebagai sumber dana.

Kedua belah pihak sepakat untuk menjalin kerjasama jangka panjang maupun pendek. Dalam jangka panjang, Indonesia dan Filipina akan melakukan research dan workshop untuk menyamakan pandangan dan persepsi kedua negara tentang bagaimana mengembangkan madrasah.

Sedangkan dalam jangka pendek, Indonesia dan Filipina akan membuat program pertukaran siswa, guru ulama, buku-buku, dan materi pembelajaran, penjaminan mutu madrasah dan berbagai program lainnya sesuai dengan skala prioritas kebutuhan situasi di masing-masing lembaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=